Saatini Jogja AMP
Berita Jogja

Ada Pasar Murah di 23 Titik Kota Jogja, Beras, Telur, hingga Minyak Goreng Lebih Terjangkau

Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar pasar murah di 23 titik selama Oktober hingga November 2026 untuk membantu warga mengakses bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng dengan harga terjangkau. Program ini didukung subsidi distribusi dari APBD serta menyediakan total 65 ton komoditas bersubsidi dan produk Bulog di bawah harga eceran tertinggi.

Oleh Gatot Wahyu
Pasar Murah Jogja (Foto: Net)

YOGYAKARTA, jogja.saatini.com - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar program pasar murah di 23 titik selama Oktober hingga November 2026.

Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah tingginya harga sejumlah komoditas pangan.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Yogyakarta, Sri Riswanti, menjelaskan bahwa pasar murah pada Oktober dijadwalkan berlangsung di sembilan titik. Sementara itu, pada November, pemerintah berencana melanjutkan kegiatan serupa di 14 titik lainnya.

Program ini mendapat dukungan anggaran dari APBD Kota Yogyakarta. Pemerintah memberikan subsidi biaya distribusi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk membantu menekan harga komoditas yang dijual kepada masyarakat.

“Pemkot support lewat APBD dengan memberikan bantuan biaya distribusi 2000/kg sebagai pengurang harga, sehingga bisa murah sampai ke masyarakat,” kata Riswanti saat dihubungi, Senin (19 Oktober 2026).

Secara keseluruhan, volume komoditas bersubsidi yang disiapkan untuk kegiatan pasar murah diperkirakan mencapai sekitar 65 ton.

Berbagai bahan pangan kebutuhan sehari-hari tersedia dalam program ini, termasuk beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Selain komoditas bersubsidi, masyarakat juga dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Ketersediaan kedua komoditas tersebut menyesuaikan stok yang dimiliki Perum Bulog.

Melalui pelaksanaan pasar murah secara bertahap, Pemkot Yogyakarta berharap semakin banyak warga yang memperoleh akses terhadap bahan pokok dengan harga lebih ringan.

Pasar Murah Jetis Sediakan 2,5 Ton Bahan Pokok

Salah satu pelaksanaan program pasar murah berlangsung di halaman Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sekitar 2,5 ton bahan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Komoditas yang dijual mencakup beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih. Sejumlah bahan pangan tersebut ditawarkan dengan harga bersubsidi agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, berharap pasar murah dapat membantu warga yang mengalami kesulitan membeli kebutuhan pokok dengan harga pasar.

“Harapan kami dengan diadakannya pasar murah ini bisa memberikan dampak secara ekonomi kepada masyarakat. Utamanya masyarakat yang belum bisa menjangkau kebutuhan yang harganya mahal,” kata Oleg saat ditemui di DPRD Kota Yogyakarta.

Dalam kegiatan di Jetis, minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter atau Rp31.000 untuk kemasan dua liter. Sementara itu, harga telur ditetapkan sebesar Rp21.500.

Harga bersubsidi tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang perlu mengatur anggaran belanja di tengah perubahan harga bahan pangan.

Meski mendapat sambutan antusias, pembelian dalam kegiatan pasar murah di Jetis dibatasi bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) setempat.

Menurut Oleg, pembatasan tersebut diterapkan karena program pasar murah akan berlangsung secara bertahap di berbagai kemantren.

Dengan mekanisme itu, masyarakat di wilayah lain juga memiliki kesempatan untuk membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau saat kegiatan digelar di daerah mereka.

Bagian Peringatan 270 Tahun Kota Jogja

Pelaksanaan pasar murah di Kemantren Jetis juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 270 tahun Kota Yogyakarta.

Oleg menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan melalui Komisi B DPRD Kota Yogyakarta bersama Dinas Perdagangan.

Program ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penyediaan bahan pangan dengan harga lebih murah.

“Ini aspirasi dari saya di Komisi B bersama Dinas Perdagangan Kota Jogja dalam rangka 270 tahun Kota Jogja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menggandeng Perum Bulog untuk mendukung ketersediaan beras serta sebagian kebutuhan minyak goreng.

Kerja sama tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga pasokan komoditas yang dijual selama pasar murah berlangsung.

Oleg menilai kegiatan ini dapat membantu meringankan beban belanja masyarakat, terutama kelompok yang kesulitan menjangkau harga bahan pokok di pasaran.

Namun, ia menegaskan bahwa pasar murah dengan cakupan wilayah dan waktu tertentu belum cukup untuk disebut sebagai upaya pengendalian inflasi secara menyeluruh.

Program tersebut lebih difokuskan pada pemberian bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau pengendalian inflasi, saya kira ini terlalu luas. Ini kan hanya lingkup tertentu saja, supaya masyarakat yang melihat beberapa bahan kebutuhan pokok ini mahal bisa sedikit terbantu,” katanya.

Dengan rencana pelaksanaan di 23 titik dan dukungan sekitar 65 ton komoditas bersubsidi, pasar murah Kota Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pangan terjangkau bagi warga.

Pemerintah juga berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan manfaat ekonomi selama rangkaian peringatan hari jadi Kota Yogyakarta.