Tim Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) melakukan pengambilan sampel darah kambing perah milik warga Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa...
Tim Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) melakukan pengambilan sampel darah kambing perah milik warga Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/10). Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kadar mineral dalam darah ternak sekaligus mengevaluasi pemberian Nutrition Block Kaya Iodin (Nubokai) sebagai suplemen pendukung kesehatan ternak.
Pengambilan sampel ini berangkat dari laporan dari peternak yang menemukan kasus gondok atau goiter pada kambing perah jenis peranakan etawa (PE). Selain itu, warga juga melaporkan kejadian abortus atau keguguran pada kambing betina. “Peternak mendapati penyakit pada kambing perah, kambing PE (peranakan etawa), yaitu goiter atau gondok yang disebabkan oleh defisiensi salah satu mineral,” ungkap Dosen Departemen Patologi FKH UGM, drh. Afif Muhammad Akrom, M.Sc., Jumat (16/10)
Untuk menangani kasus tersebut, kata Afif, pihaknya melakukan pengambilan sampel darah kambing perah milik warga.Afif menerangkan bahwa pengambilan sampel darah dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum dan setelah pemberian mineral blok. Pemeriksaan pertama bertujuan mengetahui kadar mineral awal, sedangkan pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah ternak mendapatkan suplemen selama satu hingga dua bulan. “Pengambilan darah dilakukan untuk mengetahui kadar mineral dalam darah sebelum pemberian mineral blok. Kemudian, darah akan diambil lagi setelah pemberian mineral selama satu hingga dua bulan untuk mengetahui apakah ada perubahan kadar mineral dalam darahnya,” jelasnya.
“Nutrition block ini mengandung iodin karena lahan di sekitar wilayah ini diduga minim iodin. Fungsi utama iodin adalah mendukung kelenjar tiroid, yang secara tidak langsung juga memengaruhi keseimbangan hormon pada hewan betina. Jadi, pemberiannya lebih sebagai suplemen pendukung,” jelas Muhammad Baihaqi Prakuso, salah satu anggota mahasiswa Koasistensi.
Melalui pengambilan sampel darah sebelum dan sesudah pemberian Nubokai, tim FKH UGM berupaya mengetahui perubahan kadar mineral dalam darah ternak. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami kondisi ternak serta mendukung penanganan masalah kesehatan yang dilaporkan oleh peternak.
Afif berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa dan FKH UGM. Dengan demikian, upaya pendampingan dan penanganan permasalahan kesehatan ternak dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penulis/Foto : M. Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
Artikel Atasi Kasus Gondok dan Abortus Kambing Perah di Jatinom, Tim FKH UGM Turun Tangan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada