Kemasan tidak hanya melindungi produk dari kerusakan dan kontaminasi, tetapi juga membentuk kesan pertama konsumen. Karena itu, kemasan perlu disesuaikan dengan jenis produk, daya tahan, dan sasaran p...
Kemasan tidak hanya melindungi produk dari kerusakan dan kontaminasi, tetapi juga membentuk kesan pertama konsumen. Karena itu, kemasan perlu disesuaikan dengan jenis produk, daya tahan, dan sasaran pasar. Label pada kemasan perlu memuat informasi sesuai ketentuan, sedangkan merek berfungsi sebagai identitas dan pembeda produk dari pesaing.
Hal itu mengemuka dalam workshop UMKM Class Series ke-39 yang diselenggarakan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM bersama Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan ini membekali pelaku usaha dengan pengetahuan tentang pengemasan, pelabelan, penguatan merek, dan pemasaran digital. Sebanyak 30 peserta pelaku UMKM di berbagai kapanewon di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan ini.
Selanjutnya, praktisi digital marketing dan konsultan, Yuanita Adhelia Prawestry, S.Pt., mengajak pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan platform jual beli daring untuk memperluas jangkauan konsumen. Tidak sekedar selesai mendaftar, pelaku UMKM juga mempelajari pengelolaan toko melalui Shopee Seller Centre, mulai dari pendaftaran, pengunggahan produk, hingga pemantauan kinerja toko. “Kita harus mempelajari strategi pemasaran tersebut perlu disertai tujuan usaha yang jelas, keunggulan produk yang membedakannya dari pesaing, serta evaluasi berkala terhadap hasil pemasaran,” paparnya.
Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap produk lokal melalui gerakan “Grebeg Pasar dan Gema Srikandi”, termasuk dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) membeli produk UMKM setempat.
“Kolaborasi antara UGM dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan UMKM. Melalui pendampingan dan program pengabdian kepada masyarakat, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan semakin mandiri dalam mengembangkan usahanya,” ujar Djoko (9/10).
Melalui UMKM Class Series ke-39, DPKM UGM bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap dapat terus mendampingi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran. Upaya ini diharapkan mendorong UMKM lokal semakin mandiri, meningkatkan daya saing, serta memperluas jangkauan pasar hingga tingkat regional dan nasional.
Penulis : Adinda Putri Rahma
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. DPkM
Artikel Dorong Daya Saing Produk, UMKM Diajak Kuasai Pengemasan dan Branding pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada