Memasuki usia genap ke-80, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam menjawab perkembangan kebutuhan kefarmasian melalui penguatan pendidikan, kemitraan, penelitian...
Memasuki usia genap ke-80, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam menjawab perkembangan kebutuhan kefarmasian melalui penguatan pendidikan, kemitraan, penelitian, dan inovasi digital. Pengembangan tersebut bertujuan untuk menghasilkan solusi kefarmasian yang inklusif dan berkelanjutan sekaligus memastikan pendidikan dan keilmuan kefarmasian tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta lingkungan.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan berbagai capaian dan inovasi telah dilakukan oleh Fakultas Farmasi UGM yang hingga sekarang ini menempati peringkat satu di Indonesia dan peringkat 500 di Asia berdasarkan pemeringkatan EduRank 2026. Menurut Ova, capaian tersebut sejalan dengan upaya Fakultas Farmasi UGM dalam memperkuat pengembangan penelitian di bidang obat tradisional dan obat herbal terstandar serta membangun jejaring riset internasional. “Saya mengapresiasi berbagai capaian yang sudah diraih oleh Fakultas farmasi,” kata Ova dalam Rapat Senat Terbuka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Fakultas Farmasi UGM yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Sabtu (26/9).
“Fakultas Farmasi perlu melakukan integrasi teknologi modern, transformasi kurikulum dan metode pembelajaran, mengakselerasi kemandirian bahan baku obat yang berfokus pada hilirisasi riset, memperluas kemitraan strategis, dan memperkuat program pengabdian masyarakat yang berdampak,” katanya.
Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., dalam dalam laporannya mengatakan Dies ke-80 kali ini menjadi momentum bagi Fakultas Farmasi UGM guna merefleksikan capaian selama 8 dekade sekaligus memperkuat perannya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam aspek sarana dan prasarana, salah satu pengembangan yang terlihat adalah hadirnya Gedung Advanced Pharmaceutical Science and Learning Center yang dilengkapi fasilitas perkuliahan, laboratorium, serta auditorium. Selain itu, Fakultas Farmasi UGM juga mengembangkan Farmasi Hall Community Center demi mendukung berbagai aktivitas sosial para sivitas akademika. “Fasilitas inilah yang menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membangun lingkungan akademik yang mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian,” tambahnya.
Penguatan kemitraan tersebut turut berjalan beriringan dengan upaya internasionalisasi pendidikan. Hingga saat ini, tercatat ada lima program studi di Fakultas Farmasi UGM, yakni Sarjana Farmasi, Magister Farmasi Klinik, Magister Ilmu Farmasi, Magister Manajemen Farmasi, dan Doktor Ilmu Farmasi yang telah memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN sesuai dengan jenjang European Qualifications Framework. “Akreditasi internasional ini tentu memvalidasi standar proses pendidikan Fakultas Farmasi UGM di level internasional sehingga membuka peluang bertambahnya mahasiswa asing serta membuka iklim pembelajaran berkelas internasional,” pungkasnya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie Tristan
Artikel Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 di Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada