Bidang pertanian telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai elemen, yakni ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, kewirausahaan, kebijakan, sumber daya manusia, hingga jeja...
Bidang pertanian telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai elemen, yakni ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, kewirausahaan, kebijakan, sumber daya manusia, hingga jejaring kerja sama. Perubahan besar di dunia pertanian saat ini, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gadjah Mada untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga yang mampu memahami perubahan, bekerja secara lintas disiplin, serta bisa membaca permasalahan secara utuh.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, Ph.D., mengatakan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi masa depan, Faperta menawarkan transformasi pendidikan dengan kurikulum adaptif dan akselerasi melalui pendekatan Smart Eco-Bioproduction. Melalui pendekatan tersebut, lanjut Jaka, mahasiswa dapat memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk mengembangkan kompetensi sesuai minat dan kebutuhan masa depan, termasuk dengan mengambil hingga 40 SKS di luar program studi. “Dengan ruang belajar yang lebih terbuka, mahasiswa memiliki kesempatan membangun kombinasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” kata Jaka dalam laporan tahunan Dekan 2021-2026, dalam Rapat Senat Terbuka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM yang digelar di Auditorium Faperta UGM, Senin (28/9).
Soal pengembangan Smart Eco-Bioproduction, Jaka menjelaskan bahwa pendekatan tersebut akan menyatukan pemanfaatan teknologi dengan prinsip ekologis dan biologis dalam sistem produksi pertanian. Ia berpendapat bahwa konsep smart tidak boleh dimaknai sebagai digitalisasi semata, tapi juga sebagai kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, data dan teknologi, hingga kreativitas demi membangun sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan. Selain smart, aspek eco hadir dengan menekankan keterhubungan dengan lingkungan, sementara bioproduction menempatkan proses biologis sebagai bagian penting dalam sistem produksi. “Dengan demikian, kompetensi yang dibangun tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga integratif,” sambungnya.
Berbagai upaya transformasi yang telah dilakukan jajaran sivitas akademika tersebut tercermin pula dalam capaian Faperta UGM di tingkat global. Ova menyampaikan bahwa Faperta UGM berhasil menempati peringkat 151–200 dunia dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Agriculture and Forestry. Menurutnya pandangannya, capaian tersebut adalah salah satu tanda atas kualitas pendidikan dan riset yang dilakukan Faperta UGM dalam beberapa tahun terakhir. “Kita bisa mengatakan bahwa ranking bukan segalanya, tetapi ini merupakan indikator bahwa kita bekerja ke arah yang benar,” tutupnya.
Dalam peringatan 80 tahun perjalanannya, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berkomitmen terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui pengembangan ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan keberlanjutan dan pemulihan lingkungan.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie Tristan
Artikel Genap 80 Tahun, Faperta UGM Dorong Transformasi Pertanian Regeneratif Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada