Saatini Jogja AMP
Berita Jogja

Hadapi Tantangan Industri, Dirut Pusri Bagikan Kunci Menjaga Konsistensi Karier 

Sebanyak 2.510 wisudawan pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti pembekalan calon wisudawan yang menghadirkan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Maryono, S.T., M.M., di...

Oleh Tim Saat Ini

Sebanyak 2.510 wisudawan pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti pembekalan calon wisudawan yang menghadirkan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Maryono, S.T., M.M., di Lantai 2 Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (27/10). Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para calon wisudawan dalam menghadapi dunia karier.

Dalam sesi pembekalan, Maryono menekankan pentingnya menghasilkan riset dan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat. “Riset kampus tidak boleh hanya sekadar riset. Riset itu tidak hanya sebatas pada publikasi. Riset itu harus impactful ke industri,” ujar Maryono, alumnus Sarjana Teknik Kimia UGM ini.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan industri. “Kolaborasi antara kampus dan dunia usaha perlu diperkuat agar hasil penelitian tidak hanya berkembang dalam ranah akademik saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” tuturnya.

Maryono mencontohkan, industri pupuk menghadapi tantangan yang menuntut inovasi, mulai dari efisiensi energi hingga modernisasi fasilitas produksi. Dalam konteks tersebut, hasil riset dan kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Ia juga menekankan bahwa lulusan pascasarjana perlu terus mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman. Menurut Maryono, pendidikan tinggi menjadi bekal penting, tetapi penerapannya dalam dunia kerja juga membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan menghadapi tantangan baru. “Yang tidak bisa dipelajari itu adalah pengalaman. Jadi tetaplah untuk mencari pengalaman-pengalaman baru,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang peserta, Sayid dari Hubungan Internasional UGM, menanyakan cara Maryono menjaga konsistensi dalam belajar dan bekerja hingga mencapai posisi sebagai direktur utama. Ia juga menyinggung tantangan menjaga fokus di tengah kebiasaan menggunakan media sosial yang dapat membuat rentang perhatian semakin pendek.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Maryono mengakui bahwa menjaga konsistensi bukan perkara mudah. Ia kemudian membagikan pengalamannya mencoba olahraga lari, meskipun awalnya bukan kegiatan yang ia gemari. Ia memulai dengan jarak lima kilometer, kemudian mengikuti ajang lari dengan jarak yang lebih jauh.“Salah satu hal yang membantu seseorang untuk mempertahankan konsistensi itu adalah memiliki target yang ingin dicapai. Target tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus berusaha, sekalipun dalam prosesnya seseorang menghadapi kesulitan atau keinginan untuk menyerah,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa proses belajarnya terus berlanjut setelah memasuki dunia kerja. Selain latar belakang teknik kimia, Maryono menyebut pengalamannya menempuh pendidikan ekonomi dan melanjutkan studi doktoral di bidang agribisnis. Pengalaman tersebut menggambarkan pentingnya kemauan untuk terus mengembangkan diri dan memperluas pengetahuan.

Pesan tersebut relevan bagi para calon wisudawan yang akan memasuki tahap baru setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Capaian akademik perlu diiringi dengan kesediaan untuk terus belajar, mencari pengalaman, dan menetapkan tujuan yang jelas dalam perjalanan karier.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Dr. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada para calon wisudawan pascasarjana UGM. Ia mengapresiasi capaian para peserta yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya di jenjang magister, spesialis, dan doktor.

“Capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi akademik pribadi, tetapi menjadi bekal bagi para lulusan untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan almamater,” harapnya.. Pendidikan pascasarjana, menurutnya, turut mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus memperkuat kemampuan untuk mengabdikan ilmu bagi kepentingan publik.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama alumni melalui Kagama. Dengan jaringan alumni yang tersebar di berbagai bidang, para lulusan diharapkan dapat terus terhubung, saling mendukung, dan berkontribusi bagi pengembangan UGM maupun masyarakat.“Kagama memiliki sekitar 360.000 alumni. Jaringan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi alumni, termasuk mendukung berbagai kegiatan UGM di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui pembekalan ini, para calon wisudawan diharapkan tidak hanya siap melangkah ke tahap berikutnya dalam karier, tetapi juga mampu menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Semangat untuk terus belajar, menghasilkan inovasi yang berdampak, serta menjaga keterhubungan dengan almamater menjadi bekal untuk berkontribusi setelah lulus dari UGM.

Penulis : M. Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Hadapi Tantangan Industri, Dirut Pusri Bagikan Kunci Menjaga Konsistensi Karier  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

Sumber: Universitas Gadjah Mada