Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Balai Besar Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi DIY menyelenggarakan siara...
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Balai Besar Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi DIY menyelenggarakan siaran Radio Edukasi dalam program Kelas Konsultasi Edukasi bertema “Duta Bahasa di Kelas” pada Kamis, 8 Oktober 2026. Siaran yang berlangsung pada pukul 13.00–14.00 WIB tersebut menghadirkan Nuryati, S.S., Widyabasa Ahli Pertama dari Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai narasumber, dengan Tyas Maheswara sebagai pemandu acara (host). Dialog interaktif ini bertujuan meningkatkan pemahaman pendengar tentang pentingnya menggunakan bahasa secara santun, bijak, dan sesuai dengan konteks, khususnya di lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Nuryati menegaskan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang diteguhkan melalui Sumpah Pemuda pada 1928 sekaligus menjadi identitas nasional yang harus dijaga bersama. Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Menurutnya, setiap guru dan peserta didik pada hakikatnya merupakan duta bahasa yang bertanggung jawab menjaga kualitas penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Nuryati turut menyoroti peran guru sebagai teladan dalam penggunaan bahasa di kelas, mulai dari pemilihan kata hingga cara berkomunikasi yang santun dan sesuai dengan kondisi peserta didik. Guru diharapkan mampu membimbing peserta didik melalui pendekatan persuasif dan edukatif, bukan bertindak sebagai “polisi bahasa” yang hanya berfokus pada kesalahan berbahasa. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan berbahasa yang baik dapat tumbuh melalui keteladanan, pendampingan, dan lingkungan belajar yang mendukung.
Selain itu, Nuryati mengajak seluruh pihak untuk turut melestarikan bahasa dan sastra Jawa di DIY melalui pembelajaran muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, penyelenggaraan pendidikan berbasis budaya, serta pemilihan Duta Bahasa Pelajar secara berjenjang hingga tingkat provinsi. Generasi muda juga diimbau untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kebahasaan yang kreatif dan menarik, dengan tetap memperhatikan norma kesopanan dan konteks komunikasi.
Melalui siaran ini, pendengar diajak untuk memahami bahwa peran sebagai duta bahasa tidak hanya melekat pada mereka yang menyandang gelar atau predikat tertentu, tetapi juga dapat dijalankan oleh siapa saja melalui kebiasaan berbahasa yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang santun, meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian bahasa daerah, serta memperkuat kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di tengah perkembangan zaman.
#BulanBahasa #DutaBahasa #RadioEdukasi #BBGTKDIY #KelasKonsultasiEdukasi
Sumber: Balai Bahasa Provinsi DIY