Saatini Jogja AMP
Berita Jogja

Lepas Kontingen PIMNAS ke-39, Rektor UGM Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., melepas 43 tim mahasiswa UGM yang akan berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026. ...

Oleh Tim Saat Ini

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., melepas 43 tim mahasiswa UGM yang akan berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026. Pelepasan kontingen dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Jumat sore (30/10). Tahun ini, UGM menjadi perguruan tinggi dengan jumlah tim terbanyak yang berhasil lolos ke PIMNAS. Ova mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang telah melalui proses panjang, mulai dari mengembangkan gagasan, menguji argumentasi, memperbaiki kekurangan, hingga membangun kerja sama tim.

Dalam sambutannya, Ova menekankan pentingnya kebebasan berpikir dan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari tradisi akademik UGM. Ruang dialog yang terbuka memungkinkan berbagai perspektif berkembang dan menjadi bagian dari proses membangun pengetahuan. Budaya tersebut perlu terus dipelihara, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat di luar lingkungan kampus. “UGM memiliki kekuatan tradisi akademik yang membuka ruang bagi pemikiran kritis. Mahasiswa perlu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tidak menerima pengetahuan begitu saja, berani mempertanyakan hal yang dianggap mapan, menguji gagasan berbasis bukti, dan terbuka terhadap kritik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ova menyampaikan bahwa kebebasan berpikir dan keterbukaan terhadap masukan merupakan bagian dari kehidupan demokratis yang perlu dijaga di lingkungan universitas. Ia menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap berbagai masukan, baik dari kalangan internal maupun eksternal UGM. Menurutnya, kemampuan menyampaikan argumentasi dan mempertahankan gagasan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi kompetisi. Karena itu, ia berpesan agar seluruh kontingen tetap tenang ketika menghadapi pertanyaan sulit dan mampu memberikan jawaban dengan argumentasi yang kuat.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik universitas serta menjunjung tinggi integritas selama mengikuti kompetisi. PIMNAS diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menunjukkan kualitas karya sekaligus mengembangkan kapasitas diri sebagai insan akademis yang unggul dan berkarakter.

Pada kesempatan tersebut, Ova turut menyampaikan apresiasi kepada dosen pembina, dosen pendamping, serta PKM Center yang telah berkolaborasi mempersiapkan kontingen, mulai dari perumusan gagasan hingga pendampingan menjelang kompetisi. Ia menegaskan bahwa pencapaian prestasi harus ditempuh melalui proses yang berintegritas dan bermartabat. “Buktikan bahwa tradisi berpikir kritis yang dibangun di UGM mampu melahirkan gagasan hebat dan melahirkan mahasiswa yang berani memperjuangkannya untuk meraih prestasi terbaik,” imbuhnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan meloloskan 43 tim ke PIMNAS merupakan hasil yang membanggakan bagi mahasiswa dan dosen pendamping maupun pembina. Capaian tersebut juga sejalan dengan keberhasilan UGM memperoleh pendanaan bagi 56 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahap sebelumnya. Ia berharap jumlah tim yang lolos ke PIMNAS tahun ini dapat menjadi modal untuk kembali meraih prestasi tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Selain pencapaian kompetisi, Hempri berharap berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat terus dikembangkan setelah PIMNAS berakhir. Karya-karya tersebut diharapkan memiliki keberlanjutan melalui pengembangan dan hilirisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui program komersialisasi, pengelolaan hak kekayaan intelektual, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, hasil kreativitas mahasiswa memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberikan kontribusi nyata. “Harapan kami, inovasi-inovasi yang lolos PIMNAS ini tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga dapat terhilirisasi melalui program-program komersialisasi, hak kekayaan intelektual, maupun pengabdian yang berkontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait target kompetisi, Hempri menyebut UGM bertekad kembali meraih gelar juara umum PIMNAS setelah dalam dua tahun terakhir menempati posisi runner-up. Menurutnya, 43 tim yang berhasil lolos tahun ini menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa kembali Piala Adikarta Kertawidya ke UGM. Target tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh kontingen untuk berjuang secara optimal selama kompetisi berlangsung. “Setelah dua tahun kemarin kita hanya menjadi runner-up, tentunya dengan 43 tim ini menjadi modal yang kuat dan tekad yang kuat untuk mudah-mudahan UGM meraih juara umum dan Piala Adikarta Kertawidya bisa kembali ke UGM,” tuturnya.

Dalam mempersiapkan kontingen tahun ini, Direktorat Kemahasiswaan juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek yang dinilai berpengaruh terhadap performa mahasiswa dalam kompetisi. Evaluasi tersebut mencakup teknik presentasi, kesiapan individu, serta kekompakan tim. Berbagai aspek tersebut menjadi perhatian untuk meningkatkan kesiapan 43 tim yang terdiri atas 207 mahasiswa. Hempri berharap hasil evaluasi dan perbaikan yang telah dilakukan dapat mendukung mahasiswa memberikan performa optimal di PIMNAS ke-39. “Kami telah melakukan evaluasi dari sisi persiapan, teknik presentasi, kesiapan diri mahasiswa, hingga kekompakan tim. Hal-hal tersebut menjadi bahan evaluasi yang telah kami perbaiki agar 43 tim dengan 207 mahasiswa ini dapat tampil optimal,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dok. Direktorat Kemahasiswaan

Artikel Lepas Kontingen PIMNAS ke-39, Rektor UGM Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

Sumber: Universitas Gadjah Mada