Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY), Irjen Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., beserta jajaran, Kamis (22/10). Pertemuan ...
Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY), Irjen Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., beserta jajaran, Kamis (22/10). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas peluang penguatan kerja sama antara UGM dan Polda DIY. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menerima kunjungan tersebut bersama jajaran pimpinan universitas. Pertemuan ini membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan keamanan kampus, keselamatan lalu lintas, serta kolaborasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UGM menyampaikan bahwa hubungan universitas dengan kepolisian telah terjalin melalui berbagai bentuk komunikasi dan kerja sama. Kolaborasi tersebut mencakup dukungan dalam penanganan kejadian di lingkungan kampus, komunikasi dengan mahasiswa, serta koordinasi terkait berbagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan lintas lembaga. UGM memandang hubungan baik dengan kepolisian sebagai bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung kegiatan akademik. Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 62.000 orang, UGM memiliki komunitas kampus yang besar dan beragam sehingga membutuhkan koordinasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kami menyambut baik komunikasi dan kerja sama dengan Polda DIY, karena upaya menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan kampus memerlukan dukungan serta koordinasi berbagai pihak,” ujar Ova.
Salah satu isu yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut ialah keselamatan lalu lintas di sekitar kampus. Aktivitas pendidikan yang melibatkan ribuan mahasiswa setiap hari membuat pengelolaan lalu lintas dan pencegahan kecelakaan menjadi aspek penting dalam menjaga keamanan lingkungan universitas. Rektor juga menyinggung keterlibatan kepolisian dalam penanganan kecelakaan serta koordinasi terkait persoalan lalu lintas. Kerja sama ini dapat menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah pencegahan, meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, dan memperkuat respons ketika terjadi keadaan darurat. Pembahasan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara UGM, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait.
Dari sisi universitas, kolaborasi dengan kepolisian juga dapat dikembangkan melalui kegiatan akademik, penelitian, serta pelibatan sivitas dalam merespons persoalan masyarakat. UGM memiliki kapasitas keilmuan lintas disiplin yang dapat mendukung kajian mengenai keamanan, ketertiban sosial, keselamatan, dan pemberdayaan komunitas. Pertukaran pengetahuan antara akademisi dan kepolisian berpotensi memperkaya pendekatan penyelesaian masalah di lapangan. Kerja sama tersebut perlu dibangun melalui komunikasi terbuka dan pemahaman bersama terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” tutur Ova.
Sementara itu, Kapolda DIY, Irjen Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., memperkenalkan arah kepemimpinannya yang menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penguatan komitmen internal kepolisian agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan memberikan pelayanan yang baik. Ia juga menyinggung pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui program Jaga Warga sebagai salah satu upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan komunitas. Menurutnya, keamanan perlu ditopang oleh komunikasi, partisipasi masyarakat, dan kemampuan mengenali persoalan sejak tingkat lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban di wilayah DIY.
Langgeng juga menekankan pentingnya pendekatan yang mengedepankan pelayanan dan pencegahan dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia memaparkan pengalaman penanganan situasi sosial yang membutuhkan koordinasi dengan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, komunitas, dan kelompok masyarakat. Dalam menghadapi dinamika penyampaian pendapat di muka umum, ia menyoroti perlunya membedakan kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara tertib dari pihak yang melakukan tindakan merusak. Penanganan situasi tersebut, menurut pemaparannya, memerlukan koordinasi yang baik, sikap profesional, serta upaya menghindari tindakan kekerasan. “Kami ingin membangun semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan mengedepankan pelayanan, pendekatan yang humanis, dan kolaborasi untuk menjaga keamanan serta ketertiban,” ujarnya.
Kunjungan Kapolda DIY beserta jajaran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kelembagaan yang terbuka dan berkelanjutan. Bagi UGM, hubungan dengan kepolisian merupakan salah satu unsur pendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Sementara itu, Polda DIY menempatkan kolaborasi dengan berbagai elemen sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan menjaga ketertiban masyarakat. Ke depan, komunikasi antara kedua institusi dapat dilanjutkan melalui pembahasan teknis sesuai bidang kerja sama yang menjadi prioritas bersama. “Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk UGM, agar pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing pihak dapat mendukung pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Langgeng.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto
Artikel UGM dan Polda DIY Bahas Penguatan Keamanan Kampus hingga Keselamatan Lalu Lintas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada