Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar rapat rutin koordinasi perencanaan program kerja tahun 2028 bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Panewu (Camat), di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Rabu malam, (28/10/2026). Pertemuan strategis ini membahas capaian kinerja, penanganan krisis infrastruktur dasar, kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, penanganan konflik satwa liar, hingga strategi penataan tata kota.

Dalam pembahasan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyoroti Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi dan Penanganan Longsor, dimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menghadapi tantangan kebencanaan yang dinamis sepanjang tahun.

“Salah satu upayanya seperti melalui Mitigasi Banjir Berbasis Data ini, Penanganan banjir dapat difokuskan berdasarkan rekam jejak historis sungai dan skala prioritas bencana BPBD, seperti di Kapanewon Wonosari yang mencatatkan 6 kejadian banjir pada tahun 2026.” ujar Bupati.

Kasus tanah longsor juga mengalami lonjakan tinggi pada tahun 2026, khususnya di kawasan rawan seperti Kapanewon Patuk, Ngawen, Clongop, Ngalang, dan Gedangsari, sehingga memerlukan penanganan jangka panjang.

Selain banjir, longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan, BPBD juga menangani evakuasi darurat warga selama 24 jam serta memastikan bantuan logistik bencana tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.

Serangan monyet ekor panjang dari wilayah Girisubo hingga Panggang di pesisir selatan terus menjadi keluhan menahun masyarakat, hal tersebut juga menjadi pembahasan yang disampaikan oleh Panewu Panggang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Edy Basuki mengungkapkan, Pihak Dinas juga telah melakukan studi dengan Pengelola Gunung Tidar Magelang serta BRIN dalam upaya penanganan Monyet Ekor Panjang salah satunya dengan sterilisasi si Alpha dalam kawanan monyet.

Pemkab juga akan menyiapkan feasibility study (studi kelayakan), membuka opsi riset dan konservasi, serta menggalakkan penanaman kembali pohon pakan di lahan-lahan gundul memanfaatkan bibit tanaman gratis dari Hutan Bunder.

Bupati Gunungkidul menekankan pentingnya sinergi antara para Panewu dan OPD teknis agar penyusunan anggaran tahun 2028 benar-benar menjawab kondisi riil di lapangan.

Sumber: Pemkab Gunungkidul