Sleman, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi C DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) guna memonitoring langsung progres pekerjaan Konstruksi Peningkatan Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi (D.I.) Tirtorejo di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (23/9/2026). Kunjungan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini bertujuan memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana serta menyerap langsung aspirasi petani dan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.

Peninjauan lapangan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom, bersama anggota Komisi C, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Subarja, Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, Ketua Kelompok Tani Sudirman, pihak kontraktor pelaksana dari CV Karya Anindya, serta konsultan pengawas dari PT Daksinatama Konsultan Indonesia.

Proyek dengan nilai kontrak Rp 666.506.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 ini dikerjakan oleh CV Karya Anindya dengan pengawasan PT Daksinatama Konsultan Indonesia dalam waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaan mencakup peningkatan saluran irigasi di empat titik lokasi, yaitu Saluran Candi Abang sepanjang 178 meter, Saluran Jragung 111 meter, Saluran Sentono Rejo 230 meter, dan Saluran Krasakan 400 meter yang merupakan saluran terpanjang. Lokasi pekerjaan meliputi wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Dari hasil monitoring di lapangan, progres realisasi fisik proyek telah mencapai 98,14 persen, melampaui target rencana yang seharusnya berada di angka 87,83 persen, sehingga terdapat deviasi positif sebesar 10,31 persen. Pihak pelaksana optimistis bahwa sisa pekerjaan sebesar 2 persen berupa finishing dapat dirampungkan sesuai jadwal pada bulan Oktober 2026.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom, mengapresiasi kinerja penyedia jasa yang telah mencapai progres di atas target dan mengingatkan pentingnya pemeliharaan saluran pasca-pekerjaan selesai.

“Yang jelas kepada penyedia sudah bagus persentase pekerjaannya, tetap dilanjutkan karena masih ada masa pemeliharaan. Terutama nanti kepada kelompok tani, setelah ini dirawat. Jangan sampai pinggiran saluran ditanami rumput atau tanaman yang bisa merusak konstruksi. Ini sudah menggunakan anggaran negara, masyarakat tinggal memanfaatkan dan mudah-mudahan bermanfaat,” tegas Nur Subiyantoro.

Ketua Kelompok Tani, Sudirman, menyampaikan bahwa keberadaan saluran irigasi sangat krusial bagi produktivitas pertanian di wilayahnya. Para petani di kawasan tersebut mampu melaksanakan pola tanam tiga kali dalam setahun, yakni dua kali padi dan satu kali jagung. Sudirman juga mengungkapkan bahwa kelompok taninya telah menjalin kerjasama dengan PT Asian Seed, perusahaan pembibitan jagung, selama hampir 15 tahun dengan hasil yang sangat menggembirakan.

“Tahun kemarin kita dapat fee Rp 100 juta lebih dari kerjasama pembibitan. Dana itu sebagian kami alokasikan untuk membangun saluran irigasi secara swadaya. Kalau anggaran dari pemerintah kurang, ya kami gotong royong bersama petani untuk menutupi kekurangannya,” ungkap Sudirman.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Cintya Amanda Labetta Arie Seno, S.H., M.H., turut mengapresiasi progres pekerjaan yang lebih cepat dari jadwal serta kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Saya mengapresiasi karena progresnya sudah 98 persen dan ini lebih cepat 10 persen dari rencana. Saya juga sudah sempat mendengar dari kelompok taninya, ternyata di sini pertaniannya maju sekali karena bekerjasama dengan perusahaan pembibitan. Semoga dengan adanya saluran irigasi ini semakin baik lagi dan kalau musim kemarau, hasil pertanian juga tidak akan terganggu karena sudah ada yang menyuplai airnya. Sisa 2 persen segera diselesaikan,” ujar Cintya.

Sementara itu, Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari, menitipkan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan dam di Sentono Rejo untuk mengatasi persoalan kekurangan air di musim kemarau. Menurutnya, wilayahnya memiliki lahan pertanian seluas sekitar 90 hektar yang sangat bergantung pada suplai air dari infrastruktur irigasi.

“Pada musim kemarau seperti ini kita tidak punya tandon air. Sedangkan suplai dari dam itu menjadi tambahan untuk mengairi lahan seluas 90 hektar di sini. Satu-satunya jalan ya kita memanfaatkan dam atau embung. Kami titipkan aspirasi ini kepada Dewan untuk bisa diajukan,” ujar Mitha Mayasari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti aspirasi pembangunan dam melalui mekanisme pengajuan resmi ke Komisi C DPRD DIY.

Komisi C DPRD DIY menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian proyek peningkatan saluran irigasi D.I. Tirtorejo hingga tuntas, termasuk memastikan masa pemeliharaan berjalan baik serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur penampungan air guna mendukung produktivitas pertanian di wilayah Jogotirto, Berbah, Sleman. (shy)

The post Komisi C Monitoring Proyek Irigasi D.I. Tirtorejo Senilai Rp 666 Juta, Realisasi Fisik Lampaui Target Capai 98 Persen appeared first on DPRD DIY.

Sumber: DPRD DIY