Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dan Industrial Crops Institute, Heilongjiang Academy of Agricultural Sciences (ICI-HAAS) melakukan kolaborasi penelitian terkait penyakit hawar daun kentang. Kolaborasi ini merupakan inisiasi dari dosen dan peneliti Faperta UGM, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., dan Dr. Guo Mei dari ICI-HAAS. Kedua instansi juga telah melakukan penandatanganan MoU Kerjasama dalam bidang Tridharma perguruan tinggi.
Ani menyampaikan bahwa kerja sama penelitian berfokus pada penyakit spesifik tanaman kentang yaitu hawar daun kentang. Hal ini berawal dari hubungannya dengan Dr. Guo sebagai kolega dalam komunitas peneliti penyakit hawar daun kentang tingkat global, AsiaBlight. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kerja sama akan diperluas untuk pertukaran akademik dan pengabdian masyarakat. “Kerja sama ini memberikan kesempatan kita untuk mengembangkan jejaring tidak hanya penelitian tapi juga kegiatan yang lebih luas karena saya juga diberi kesempatan untuk mengajak kolega saya yang lain,” ujarnya, Selasa (20/10).
Selama kunjungan institusi tersebut, Ani juga berkesempatan untuk mempresentasikan kegiatan-kegiatan riset yang dilakukan, salah satunya terkait dengan Memanfaatkan Cahaya UV-B untuk Memicu Pertahanan Tanaman Hortikultura terhadap Infeksi Patogen Jamur. Selain itu, ia melakukan kunjungan laboratorium dan lapang di lahan penelitian pengujian ketahanan varietas-varietas baru hasil perakitan terhadap penyakit hawar daun kentang yang disebabkan oleh Phytophthora infestans.
Bersama dengan Dr. Guo, ia juga mendiskusikan peluang pengembangan kerjasama yang mungkin dimulai dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kepada petani tentang melakukan diagnosis awal penyakit-penyakit kentang dan pengelolaannya.
Salah satu peluang kolaborasi yang mereka diskusikan yaitu rencana pemberian pelatihan diagnosis dini gejala penyakit tanaman kentang bagi para petani. Melalui peluang kolaborasi dengan fokus penelitian kedua instansi, Ani merekomendasikan peneliti terkait dari UGM yang selaras dengan fokusnya masing-masing. Dengan demikian, kolaborasi kedua instansi tidak hanya berfokus pada satu topik tetapi diperluas dengan metode kolaborasi yang beragam seperti workshop ataupun pertukaran akademik. Ia berharap hasil kolaborasi penelitian mereka dapat memberikan manfaat nyata dan diterapkan bagi petani kentang di Indonesia.
Ia juga mengharapkan petani kentang di Indonesia dapat mengembangkan varietas kentang yang tahan terhadap penyakit hawar daun kentang tersebut. Sehingga petani bisa memanfaatkan mitigasi dan mengendalikan penyakit pada tanaman kentang. “Harapan saya adanya kerjasama ini selain pengembangan ilmu pengetahuan juga bisa diterapkan dan dimanfaatkan oleh petani-petani kentang di Indonesia,” tutur Ani.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok. Ani Widiastuti
Artikel Peneliti UGM dan ICI-HAAS China Teliti Varietas Kentang Kebal Penyakit Hawar Daun pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada
Tinggalkan Komentar