Universitas Gadjah Mada berduka atas berpulangnya salah satu guru besar Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Mary Astuti, M.S., pada Minggu (18/10). Almarhumah mendapat penghormatan terakhir dari keluarga besar UGM dalam upacara persemayaman di Balairung UGM pada hari yang sama. Kepergian Prof. Mary meninggalkan jejak pengabdian dalam pengembangan ilmu pangan, khususnya penelitian pangan fungsional, kedelai, dan tempe.
Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menyampaikan duka cita atas berpulangnya Prof. Mary atas nama pimpinan dan keluarga besar universitas. Dalam sambutannya, ia mengenang almarhumah sebagai guru, senior, dan sejawat yang memberikan teladan melalui dedikasi serta kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan. “Dedikasi, ilmu, keteladanan, serta kecintaan Beliau pada alam dan ilmu pengetahuan akan senantiasa hidup dan menjadi amal jariyah yang tak terputus serta menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan,” ujar Panut.
Prof. Mary dikenal sebagai salah satu pakar pangan fungsional di Indonesia. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM pada 1999 dengan pidato berjudul ‘Makanan Fungsional, Manfaat dan Prospeknya bagi Kesehatan dan Industri Pangan’. Kiprahnya dalam penelitian kedelai dan tempe membuatnya dikenal dengan julukan ‘Profesor Tempe’, yang mencerminkan dedikasinya dalam mengembangkan pengetahuan mengenai pangan dan manfaatnya bagi kesehatan.

Salah satu kontribusi penting Prof. Mary ialah penelitian kedelai hitam yang dilakukan secara terintegrasi bersama pakar kedelai Fakultas Pertanian UGM pada 2001–2007. Penelitian tersebut menghasilkan varietas unggul nasional bernama Malikka. Ia juga meneliti manfaat antosianin dalam beras hitam untuk mencegah dan memperbaiki kondisi penyakit kronis tidak menular, terutama diabetes melitus.
Dedikasi Prof. Mary dalam bidang pangan turut mendapat pengakuan melalui penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Kabupaten Sleman pada 2016. Ia juga menerima Satyalancana Karya Satya XXX dari Pemerintah Republik Indonesia pada 2008. Setelah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai dosen UGM, Prof. Mary memasuki masa purnatugas pada 1 Maret 2018.
Panut menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Mary dalam perjalanan akademik UGM menjadi bagian dari warisan ilmu dan keteladanan bagi sivitas akademika. Ia berharap pengabdian dan karya almarhumah dapat terus menjadi inspirasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kiranya Allah SWT senantiasa melindungi dan mengiringi langkah kita semua dalam merawat dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak dan melanjutkan karya dan cita-cita Almarhumah di masa-masa mendatang,” tutur Panut.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Dok. Humas
Artikel Guru Besar UGM Prof. Mary Astuti Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada
Tinggalkan Komentar