Sebanyak 4.556 mahasiswa siap mengikuti pertandingan olahraga dan seni dalam ajang dalam Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (Porsenigama). Kegiatan ini ditandai dengan acara seremoni pembukaan di GOR Nusantara, Universitas Gadjah Mada, Sabtu (17/10) oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., bersama Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa, Muhammad Arief Maulana, dan Koordinator Umum Porsenigama 2026, Jibril Alifsin Jusril Raditya.

Koordinator Umum Porsenigama 2026, Jibril, mengatakan perhelatan ini akan berlangsung hingga 27 November 2026 diikuti sebanyak 4.556 mahasiswa, yang terdiri atas 3.967 atlet dan 589 seniman dari 20 kontingen fakultas dan sekolah di UGM. Selama 42 hari pelaksanaan, para peserta akan berkompetisi dalam 23 cabang olahraga dan 14 tangkai seni.

Porsenigama tahun ini mengusung tema “Melangkah Bersama Meraih Asa Kebanggaan”. Tema tersebut menekankan semangat kebersamaan dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa melalui kompetisi olahraga dan seni.

“Tahun ini, Porsenigama 2026 membawa pesan agar kita semua dapat hadir, membangun ruang berekspresi, sekaligus merajut cerita baru bersama orang-orang yang bermakna bagi kita. Sejalan dengan tema itu, Porsenigama diharapkan tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar menghargai perbedaan, membangun sportivitas, dan mempererat hubungan antarfakultas,” ungkap Jibril

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sudjito, mengatakan bahwa kompetisi perlu dimaknai sebagai proses pembelajaran, bukan semata-mata upaya meraih kemenangan. Menurutnya, olahraga mengajarkan mahasiswa untuk menghargai aturan dan menjunjung sportivitas, termasuk dalam memperlakukan lawan selama pertandingan.

“Saya kira bukan saja ini secara fisik kita ditempa, tapi lebih dari itu kita berlatih membangun sportivitas. Latihan kita menghargai aturan main bukan membuat musuh itu cedera, tapi partner kita di dalam pertandingan itu agar kemenangan yang kita peroleh berupa piala sekalipun itu lahir dengan cara-cara elegan,” ujarnya dalam pembukaan Porsenigama UGM 2026.

Arie juga mengingatkan agar perbedaan antarfakultas tidak menjadi alasan munculnya perselisihan selama kompetisi berlangsung. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain. Ia berharap seluruh peserta dapat berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan integritas.

Selain peserta yang bertanding, Arie menyoroti peran suporter dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat. Menurutnya, dukungan kepada atlet dan seniman seharusnya diberikan melalui cara-cara yang positif dan humanis, bukan melalui intimidasi terhadap peserta lain.

“Bukan menciptakan praktik terrorizing, tapi memotivasi agar atlet-atlet yang berlaga di lapangan baik di bidang seni maupun olahraga itu nanti bisa berprestasi sekaligus ditopang oleh sikap-sikap yang humanis,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM) UGM, Arief, menekankan pentingnya menjadikan Porsenigama sebagai ruang yang aman, adil, dan terbuka bagi seluruh mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak seharusnya menjadi ukuran untuk menentukan nilai seseorang, sebab kompetisi juga mengajarkan empati dan kesetaraan.“Olahraga dan seni juga ada ruang pembelajaran tentang empati dan juga kesetaraan,” ujar Arief.

Ia menjelaskan bahwa partisipasi dalam Porsenigama tidak terbatas pada mahasiswa yang menjadi atlet atau seniman. Mahasiswa juga dapat terlibat dengan mendukung teman-temannya melalui kehadiran di tribun maupun memberikan apresiasi melalui media sosial. Karena itu, Porsenigama diharapkan dapat menjadi tradisi yang tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.

Dalam pembukaan Porsenigama UGM 2026, acara diawali dengan penampilan mini drama kolaborasi mahasiswa UGM yang meriah. Setelah penyerahan kembali Piala Gadjah Mada oleh Fakultas Teknik UGM, sebagai juara umum pada edisi Porsenigama tahun lalu, kegiatan dilanjutkan dengan parade delegasi atlet dari fakultas dan sekolah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengucapan sumpah atlet dan penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen untuk menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Melalui penyelenggaraan Porsenigama 2026, UGM mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar hasil akhir kompetisi, tetapi juga memaknai prosesnya sebagai kesempatan untuk belajar, menghargai sesama, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Penulis : M. Aidil Syahputra

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Usung Semangat Kebersamaan, 4.556 Mahasiswa Siap Berlaga di Ajang Porsenigama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

Sumber: Universitas Gadjah Mada