JOGJA, Saatini.com - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menerima 230 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini menyasar masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar, destinasi wisata, hingga desa wisata untuk mendukung transportasi di wilayah tersebut.
Seluruh unit becak listrik untuk sementara berada di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul di Wonosari sebelum diserahkan kepada kelompok penerima. Pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan agar masyarakat bisa mengoperasikan kendaraan tersebut dengan aman dan memahami penanganan kendala teknis.
230 Becak Listrik Bantuan Prabowo Mulai Disalurkan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Setiyo Hartato mengatakan, pihaknya telah menerima seluruh 230 unit becak listrik dari program bantuan Presiden. Dishub Gunungkidul kini memfasilitasi penampungan kendaraan sebelum mendistribusikannya kepada komunitas penerima.
"Iya sudah diterima 230 becak listrik bantuan Presiden. Kami memfasilitasi penampungan becak sebelum diserahkan ke komunitas," kata Setiyo di Gunungkidul, Senin.
Proses distribusi bantuan tersebut berlangsung secara bertahap sejak Sabtu (31/10). Pemerintah daerah membagi alokasi kendaraan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan usulan kelompok penerima di berbagai wilayah Gunungkidul.
Penggunaan becak listrik diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, terutama mereka yang mencari nafkah di kawasan pasar dan pariwisata. Selain membantu aktivitas sehari-hari, kendaraan ini juga diarahkan untuk menunjang kegiatan wisata di sejumlah titik unggulan daerah.
Pasar Argosari Mendapat Jatah 68 Becak Listrik
Dari total 230 unit yang tersedia, sebanyak 68 becak listrik akan dialokasikan untuk kawasan Pasar Argosari dan sekitarnya. Penempatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung transportasi masyarakat di pusat aktivitas perdagangan Gunungkidul.
Sementara itu, pemerintah daerah menyalurkan 162 unit lainnya ke delapan titik berdasarkan pendataan atau usulan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul. Alokasi tersebut mencakup kawasan wisata pantai, desa wisata, serta kelompok masyarakat yang mendukung aktivitas pariwisata.
Pembagian bantuan ini dirancang untuk menjangkau berbagai kawasan yang membutuhkan dukungan transportasi. Dengan distribusi berdasarkan lokasi dan kelompok penerima, becak listrik diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Ini Rincian Pembagian 162 Becak Listrik di Gunungkidul
Sejumlah kawasan wisata pantai mendapatkan alokasi becak listrik untuk mendukung mobilitas pengunjung dan aktivitas masyarakat setempat. Berikut rincian pembagian unit di kawasan wisata dan desa wisata berdasarkan keterangan Dishub Gunungkidul.
Kawasan Pantai Baron memperoleh 20 unit becak listrik, sedangkan Pantai Krakal dan Pantai Sepanjang masing-masing mendapatkan 25 unit. Dengan demikian, ketiga kawasan pantai tersebut menerima total 70 unit kendaraan listrik.
Selain kawasan pantai, bantuan juga menjangkau desa wisata dan kelompok masyarakat di sejumlah wilayah. Desa Wisata Logandeng memperoleh 20 unit, Desa Wisata Bejiharjo mendapatkan 25 unit, dan kelompok Jiwa Satriya di Gedangrejo menerima 27 unit.
Selanjutnya, Desa Wisata Pampang memperoleh 10 unit becak listrik, sementara Desa Wisata Putat mendapatkan 10 unit. Jika digabungkan, seluruh alokasi untuk delapan titik tersebut mencapai 162 unit, sesuai jumlah yang disiapkan di luar kawasan Pasar Argosari.
Penerima Wajib Ikut Pelatihan Sebelum Mengoperasikan Becak Listrik
Pemkab Gunungkidul tidak hanya menyalurkan kendaraan, tetapi juga menyiapkan pelatihan bagi kelompok penerima. Materi pelatihan mencakup cara mengoperasikan becak listrik dan langkah menangani kendala teknis maupun mekanis saat kendaraan digunakan.
Setiyo mengatakan, pelatihan akan diberikan kepada sembilan kelompok penerima sebelum proses penyerahan kendaraan. Pembekalan tersebut bertujuan agar masyarakat memahami penggunaan kendaraan sekaligus mengetahui langkah awal ketika menghadapi gangguan operasional.
"Sebelum diserahkan besok akan diberikan pelatihan, termasuk mekanikal jika ada kendala kepada sembilan kelompok penerima," kata Setiyo.
Pelatihan menjadi bagian penting agar bantuan dapat digunakan secara optimal setelah diterima masyarakat. Dengan pemahaman mengenai pengoperasian dan penanganan kendala, kelompok penerima diharapkan mampu menjaga kelancaran penggunaan becak listrik dalam aktivitas sehari-hari.
Becak Listrik Bisa Diisi Daya di Rumah
Setelah mencoba kendaraan tersebut, Setiyo menilai becak listrik berwarna cokelat itu cukup mudah dioperasikan. Pengemudi hanya perlu menarik tuas gas, seperti saat menggunakan kendaraan listrik pada umumnya.
Kemudahan lainnya terletak pada proses pengisian daya. Menurut Setiyo, pengguna dapat mengisi daya becak listrik di rumah meskipun kendaraan tersebut memiliki kebutuhan daya yang rendah.
"Becak bisa di-charge di rumah meski dayanya rendah," ujarnya.
Karakteristik tersebut diharapkan memudahkan penerima dalam menggunakan dan mengisi daya kendaraan tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas pengisian khusus. Namun, penerima tetap perlu mengikuti arahan teknis yang diberikan saat pelatihan agar penggunaan kendaraan berjalan sesuai petunjuk.
Bantuan Becak Listrik Dukung Aktivitas Pasar dan Pariwisata
Penyaluran 230 becak listrik di Gunungkidul menyasar dua kebutuhan utama, yakni mobilitas masyarakat di kawasan perdagangan dan dukungan transportasi di destinasi wisata. Alokasi kendaraan ke Pasar Argosari, kawasan pantai, desa wisata, serta kelompok masyarakat mencerminkan cakupan penerima yang beragam.
Melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto ini, Pemkab Gunungkidul menyiapkan dukungan transportasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai lokasi penempatannya. Pemerintah daerah juga membekali penerima dengan pelatihan agar mereka memahami pengoperasian dan perawatan dasar kendaraan.
Dengan penyaluran bertahap dan pembekalan bagi kelompok penerima, becak listrik tersebut diharapkan segera mendukung kegiatan masyarakat di berbagai wilayah Gunungkidul. Pemanfaatannya akan bergantung pada kesiapan penerima dalam mengoperasikan kendaraan serta menyesuaikannya dengan kebutuhan di kawasan pasar dan destinasi wisata. (*)
Tinggalkan Komentar