Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada siap melakukan kerja sama dengan  Rosatom, perusahaan nuklir milik pemerintah Rusia. Kerja sama tersebut meliputi kolaborasi strategis di bidang rekayasa teknologi energi nuklir mutakhir, beasiswa pendidikan tinggi Pemerintah Rusia dan Rosatom, kesiapan sumber daya manusia untuk PLTN terapung di Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, bersama jajaran delegasi Russian House (Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia) Jakarta pada Rabu (7/10) di Ruang Sidang 1 Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM.

Sergei Gennadievich Tolchenov menegaskan kesiapannya untuk menjembatani secara langsung inisiasi kerja sama ini. Peluang kemitraan industri ini tidak hanya terbatas dengan Rosatom, melainkan juga membuka pintu seluas-luasnya dengan perusahaan-perusahaan energi terkemuka Rusia lainnya guna mempercepat transfer teknologi dan investasi.

Ia juga memaparkan keunggulan teknologi nuklir Rusia di bawah Rosatom sebagai korporasi teknologi pembangkit daya nuklir nomor satu di dunia. Teknologi Rosatom telah terbukti berkelanjutan, aman, dan sukses diterapkan secara internasional, mulai dari Tiongkok hingga Mesir. “Apapun kebutuhan teknologi yang dipilih oleh Indonesia, Rosatom siap menyediakannya. Kami hadir untuk mendengarkan kebutuhan spesifik dari mitra akademisi di Indonesia, mendorong kemitraan para ilmuwan, serta menjajaki kebutuhan nyata dalam pengembangan rekayasa energi masa depan,” tutur Sergei Gennadievich Tolchenov.

Sergei menambahkan bahwa penyiapan sumber daya manusia untuk pengoperasian PLTN terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP) menjadi salah satu fokus penting dalam kunjungan kali ini. Metode ini dinilai sangat tepat dengan kondisi kepulauan Indonesia guna menjamin keandalan listrik bersih di berbagai kawasan.

Pakar teknologi nuklir UGM, Ir. Yudi Utomo Imardjoko, M.Sc., Ph.D., menyambut baik kerja sama pengembangan pengoperasian PLTN terapung (Floating Nuclear Power Plant) di Indonesia. Yudi mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke reaktor homogen ARGUS dan juga ke Kurchatov Institute di Rusia. “Kami juga sudah menginisiasi beberapa proyek inovasi pengelolaan kontainer limbah radioaktif dan teknologi reaktor yang sedang maupun akan disepakati bersama mitra di Rusia,” kata Yudi.

Menanggapi potensi kemitraan yang sangat komprehensif, Kepala Laboratorium Energi Terbarukan FT UGM, Ir. Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., menekankan pentingnya menyandingkan teknologi nuklir dengan akselerasi energi baru dan terbarukan (EBT). Akselerasi ini menjadi peluang besar yang sejalan dengan komitmen UGM dalam mengawal bauran energi nasional menuju target 2034. “Kami ingin membawa teknologi energi dan energi terbarukan secara aktif ke dalam meja kemitraan ini, sekaligus memaksimalkan berbagai peluang hibah riset dan beasiswa internasional yang terbuka. UGM berkomitmen kuat dalam mengawal bauran energi nasional menuju target 2034, baik melalui teknologi microgrid pulau terluar, sistem piko-hidro daerah 3T, agrivoltaics cerdas, hingga kesiapan tata kelola PLTS dan PLTN,” ungkapnya.

Selain melakukan diskusi dengan jajaran pengelola prodi, Dubes rusia juga melakukan kunjungan langsung ke Laboratorium Energi Terbarukan DTNTF FT UGM. Dalam peninjauan ini, Dr. Ahmad Agus Setiawan mendemonstrasikan secara langsung prototipe sistem inverter surya hibrida, manajemen baterai LiFePO4 cerdas, serta inovasi sistem pasokan listrik mandiri untuk kawasan terpencil dan pertanian cerdas (agrivoltaics) yang dikembangkan oleh tim peneliti UGM.

Melihat berbagai hasil inovasi tersebut, Sergei mengenai inovasi teknologi terapan ini diharapkan bisa diterapkan di daerah terpencil. “Inovasi terapan di Laboratorium Energi Terbarukan ini sangat aplikatif bagi pemenuhan kebutuhan energi masyarakat kepulauan,” kata Sergei Tolchenov.

Menutup agenda kunjungan, kedua belah pihak sepakat untuk menindak lanjutinya melalui penyusunan nota kesepahaman , penyelenggaraan kuliah umum bersama Rosatom dan industri energi Rusia, pertukaran saintis dan dosen tamu, serta sosialisasi terpadu program beasiswa bagi sivitas akademika Fakultas Teknik UGM.

Reportase  : Humas DTNTF

Penulis       : Jesi

Editor         : Gusti Grehenson

Foto           : Dok.DTNTF

Artikel Gandeng Rosatom, UGM Siapkan SDM Rekayasa Nuklir Dukung PLTN Terapung di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

Sumber: Universitas Gadjah Mada