Bantul, dprd-diy.jogjaprov.go.id – Komisi D DPRD DIY mendorong penguatan peran Shelter Kesejahteraan Sosial (Kessos) Kabupaten Bantul sebagai garda awal penanganan Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Keberadaan shelter di tingkat kabupaten dinilai strategis untuk mengurangi beban penampungan di tingkat provinsi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan sosial melalui sinergi antarpemerintah daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam pemantauan lapangan Komisi D di Shelter Kessos Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Kompleks Pemda II, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Jumat (9/10/2026).
Sekretaris Komisi D, Muhammad Syafi’i, mengapresiasi keberadaan Shelter Kessos Bantul yang berperan sebagai fasilitas penanganan awal sebelum penerima pelayanan mendapatkan rujukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Menurutnya, keberadaan shelter kabupaten membantu mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang sebelumnya kerap dihadapi fasilitas penampungan sosial di tingkat provinsi. Kondisi tersebut bahkan menjadi perhatian dalam berbagai rapat evaluasi karena berdampak pada optimalisasi pelayanan dan ketersediaan tenaga pendamping.
“Dulu, sebelum shelter ini berdiri, dalam rapat-rapat evaluasi sering muncul persoalan daya tampung di tingkat provinsi yang selalu melebihi kapasitas. Akibatnya, pelayanan tidak dapat berjalan optimal karena keterbatasan tenaga. Dengan adanya shelter di kabupaten, beban penampungan provinsi tentu bisa lebih ringan,” ujar Syafi’i.
Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara Dinas Sosial DIY dan Dinas Sosial Kabupaten Bantul agar proses penanganan, pendampingan, hingga rujukan PPKS dapat berjalan lebih terpadu.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Nitakrit Rumantiningsih, S.Farm., menjelaskan bahwa operasional Shelter Kessos Bantul masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur dan anggaran.
Salah satu kendala yang belum terselesaikan ialah tertundanya pembangunan gedung shelter baru untuk pelayanan anak dan orang terlantar sejak 2021 akibat pengalihan serta pemangkasan anggaran pascapandemi COVID-19.
“Pembangunan fisik shelter baru untuk kelompok anak dan orang terlantar sebenarnya sudah direncanakan sejak 2021. Namun, sampai sekarang belum dapat terealisasi karena adanya pengalihan dan keterbatasan anggaran,” jelas Nitakrit.
Selain infrastruktur, keterbatasan anggaran operasional mengharuskan Dinas Sosial Bantul menerapkan prioritas dalam penerimaan dan penanganan klien. Hal ini mengingat kebutuhan permakanan menjadi salah satu komponen terbesar dalam pembiayaan pelayanan harian shelter.
Meski belum berstatus Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Shelter Kessos Bantul didukung oleh 23 personel di lokasi, lima tenaga perawat, petugas keamanan, serta 12 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Untuk mendukung penanganan di lapangan, shelter juga menyiapkan empat armada kendaraan, termasuk ambulans dan kendaraan evakuasi khusus bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengalami kondisi krisis.
Selain menyediakan perlindungan dan perawatan sementara, Shelter Kessos Bantul menjalankan fungsi rujukan ke sejumlah lembaga pelayanan lanjutan, antara lain RSJ Grhasia, BPSPB, serta balai pelatihan kemandirian sesuai dengan kebutuhan penerima pelayanan.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Sosial Bantul turut memaparkan kompleksitas persoalan sosial yang ditangani, mulai dari pengurusan jenazah terlantar di TPU Pemda Tilamani yang terkendala kondisi tanah berbatu hingga penanganan anak yang membutuhkan pendampingan khusus.
Beberapa kasus yang menjadi perhatian meliputi anak yang mengalami kecanduan gim daring hingga menarik diri dari lingkungan sosial serta anak yang menjadi korban perundungan (bullying).
Melalui pemantauan tersebut, Komisi D DPRD DIY mendorong penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, termasuk dukungan kebijakan, infrastruktur, dan anggaran yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Shelter Kessos Bantul sekaligus mewujudkan pelayanan kesejahteraan sosial yang lebih terpadu, responsif, dan manusiawi di DIY. (slw/lz)
The post Komisi D Dorong Penguatan Shelter Kessos Bantul untuk Kurangi Beban Penampungan Sosial DIY appeared first on DPRD DIY.
Sumber: DPRD DIY
Tinggalkan Komentar